REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kebangkitan industri otomotif di Indonesia langsung direspon oleh produsen baja terbesar di Indonesia PT Krakatau Steel (Persero). Apalagi industri otomotif akan membutuhkan bahan baku baja khusus yang sangat banyak karena Pemerintah akan menggulirkan produksi mobil murah dan ramah lingkungan di tahun 2013.
Menurut Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Fazwar Bujang, pihaknya saat ini secara resmi membentuk perusahaan joint venture bersama dengan Nippon Steel Trading Co Ltd Jepang, PT Adyawinsa Dinamika dan PT Dwijaya Sentosa Abadi, yang diberi nama PT IndoJapan Steel Center.
Perusahaan tersebut berencana membidik pasar yang saat ini terus berkembang pesat, yaitu industri kendaraan bermotor, khususnya mobil. Menurut Fazwar, dalam setahun diperkirakan industri otomotif membutuhkan baja tersebut hingga 560 ribu ton.
‘’Satu unit kebutuhan baja mencapai 700 kilo, jika industri otomotif produksi hingga 800 ribu unit, maka butuh baja sektar 560 ribu ton,’’ tutur Fazwar setelah melakukan penandatanganan Joint Venture Agreement PT IndoJapan Steel Center.
Presiden Direktur Adyawinsa Group (PT Adyawinsa Dinamika), Markus Maturo, mengatakan produksi perusahaan akan mampu memenuhi kebutuhan akan program produksi mobil murah dan ramah lingkungan. Apalagi dalam program pemerintah tersebut, mobil murah tersebut membutuhkan kandungan lokal yang amat tinggi.
Ia pun berharap regulasi untuk memproduksi mobil murah dan ramah lingkungan segera dirilis Pemerintah. Sehingga produsen mobil dan komponen mampu menyerap produksi baja khusus yang diproduksi IndoJapan Steel.